Saturday, April 30, 2011

SDIT Anak Sholeh: Info pembangunan

Progress pembangunan SDIT Anak Sholeh Sedayu, per tanggal 30 April 2011

Ruang Kelas, untuk Kelas 2 tahun 2012


Masjid, Sentra kegiatan pendampingan Agama


Ruang Kantor, tahap pemasangan reng


Koperasi, sarana pemberdayaan ekonomi Yayasan Mitra Masyarakat Madani (YM3)

Wednesday, April 20, 2011

Pendidikan Karakter (2)

Nur Faizin, M., mengatakan : Pada dasarnya manusia dilahirkan memiliki karakter yang fitrah. Rasulallah SAW bersabda, "Setiap bayi dilahirkan di atas fitrah." (HR Bukhari Muslim). Allah SWT juga menegaskan bahwa setiap jiwa manusia telah berjanji untuk beriman kepada-Nya dan tidak menyekutukan-Nya.

Firman Allah: "Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): `Bukankah Aku ini Tuhanmu?' Mereka menjawab: `Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi'."(QS al-A`raf [7]:

Namun, fitrah manusia tidak selamanya dapat dijaga sehingga setiap Muslim dapat menjadi pribadi-pribadi yang bersih dan jujur serta berakhlak karimah. Kemurnian fitrah manusia dapat dengan mudah terkontaminasi oleh pendidikan yang diberikan orang tua, masyarakat sekitar, dan bahkan sistem yang mendukung seseorang menjadi pribadi yang kehilangan karakternya.

Pribadi-pribadi yang kehilangan fitrahnya akan membentuk komunitas yang tidak berkarakter; mereka akan menjadi masyarakat jahiliyah dan cenderung plagiasi. Dalam konteks seperti itulah Allah SWT mengutus Nabi Muhammad SAW kepada orang-orang jahiliyah yang hidupnya hanya mengikuti nenek moyang mereka yang tersesat dan menyembah berhala.


Indonesian Heritage Foundation yang didirikan oleh DR. Ratna Megawangi dan DR Sofyan Jalil telah menawarkan sekolah karakter. Penciptaan emosi positif dalam lingkungan yang menyenangkan adalah prasarat dari kesuksesan pendidikan. (Ummi, April 2011)

Di sekolah tersebut terdapat Sembilan pilar pendidikan, yaitu:
1. Cinta tuhan dan segala ciptaan-Nya
2. Kemandirian, Disiplin dan tanggung jawab
3. Kejujuran, Amanah dan berkata bijak
4. Hormat dan santun
5. Dermawan, Suka menolong dan kerjasama
6. Percaya diri, Kreatif dan Pantang menyerah
7. Kepemimpinan dan keadilan
8. Baik dan rendah hati
9. Toleransi, Kedamaian dan kesatuan

Sedangkan tahapan yang perlu dilakukan dalam penanaman Sembilan pilar melalui empat tahap, yaitu :
1. Knowing (mengetahui),
2. Reasoning (rasionalisasi),
3. Feeling (merasakan)
4. Acting (Aksi)

Wahyu Farrah Dina, M.Sc., (Kepala Sekolah Karakter) mengatakan bahwa sebelum anak tahu, mereka harus tahu alasannya dan dapat merasakan kebaikan dari tindakannya itu. Itu dilakukan berulang-ulang, barulah bisa menjadi karakter.

Konsep pendidikan karakter yang diterapkan pada siswa tentu mampu menumbuhkan generasi yang berkarakter, yang seluruh aspek kehidupannya , yaitu : Emosi, kognitif, kreativitas, fisik, moral dan spiritual, akan terintegrasi dengan baik. Pada akhirnya, membawa Indonesia menjadi bangsa yang berkarakter.

Lebih jauh Nur Faizin menyampaikan, bahwa Pendidikan karakter yang terpenting adalah pendidikan moral dan etika. Rasulullah SAW sendiri pun menegaskan hal itu dalam sabdanya, "Aku hanya diutus untuk menyempurnakan akhlak karimah." (HR Ahmad dan yang lain). Menumbuhkan kembali akhlak karimah haruslah menjadi kompetensi dalam proses pendidikan karakter setiap bangsa.

Strategi Rasulullah SAW tersebut patut dijadikan teladan oleh bangsa kita. Tanpa paradigma yang tepat tentang hidup dan tujuannya, undang-undang dan sistem apa pun yang dibuat menjadi sia-sia belaka. Kita semestinya mampu menjaga kemurnian karakter, meluruskannya jika salah, membentuk sistem yang tidak merusaknya, serta mengawasinya dengan sebaik-baiknya. Wallahu a`lam

Sumber:
Majalah Ummi
Republika online

Saturday, April 9, 2011

Pertemuan dengan Orang tua/ Wali Murid Calon Siswa dan Siswi SDIT Anak Sholeh Sedayu

Sabtu, 9 April 2011 diselenggarakan pertemuan antara Pengelola SDIT Anak Sholeh Sedayu dengan Orang Tua/ Wali Calon Siswa SDIT. Pertemuan awal ini ditujukan untuk Fiksasi komitmen dari orang tua/ wali murid untuk mendaftarkan putra/putrinya di SDIT Anak Sholeh.








Dari pertemuan tersebut disampaikan materi-materi sebagai berikut :
1. Pembiayaan
Pembayaran IPL dapat diangsur selama 1 semester
Pembayaran Uang Pendaftaran paling lambat 15 Mei 2011

2. Seragam
Seragam sekolah untuk SDIT terdiri dari 2 jenis (putih merah dan Baju Olah Raga)

3. Lokasi : Gedung, Kelas
Untuk tahun ajaran baru 2011/2012 dua ruang kelas 1 telah siap.

4. Tenaga Pengajar
Anton Yudhana, Ph.D., Ustadzah Susi, Ustadz Andi, S.E., Suwanto, Spd. Jas., Ustazah Titi, Spd., dan para volunteer yang siap mewakafkan tenaga dan ilmunya diantaranya dari teman-teman FLP (Forum Lingkar Pena) Yogyakarta.

5. Staff non akademik
Ustadzah Eka

6. Jam Sekolah
Pukul 7.30 – 16.00 WIB

7. Kurikulum
Kurikulum Nasional dipadukan dengan kurikulum JSIT

8. Perizinan
• Silaturahim sekaligus pemberitahuan lisan ke UPTD PPD Ranting Sedayu cp. Suwardi, S.Pd., M.M.
• Pemberitahuan lisan ke Kepala Kepala Dinas Pendidikan Dasar Kabupaten Bantul cp. Drs. H.Sahari

Dari forum tersebut orang tua pun dengan antusias menyampaian beberapa usulan untuk kemajuan dan peningkatan mutu SDIT Anak Sholeh pada nantinya. Diantara masukan-masukan tersebut dapat dirangkum sebagai berikut :

Masukan dari Bu Warsini
Q : Jumlah siswa banyak jangan menurunkan kualitas (2 kelas)
A: terima kasih atas support dan dukungannya. Target lulusan pertama bisa masuk 3 besar se-Kecamatan, tahun berikutnya bisa masuk 5 besar se Bantul.

Q: Angkatan pertama pertaruhan kualitas
A: sepakat, minta support dan dukungan menyeluruh dari orang tua/wali. Peran media penghubung antara sekolah dan pendidikan di rumah, dikondisikan bisa kompak. Orang tua menyempatkan dan mensuasanakan supaya match dengan materi yang diberikan di sekolah.

Q : Sekolah Lesehan ( kesehatan ) : usul diberi karpet dan alas duduk
A: karpet dalam perencanaan. Alas duduk menjadi masukan buat lembaga.

Q: Biaya daftar ulang tiap tahun ada ? 
A: tunggu keputusan Yayasan

Q: Ekstrakurikuler divariasikan, jangan hanya berenang : masukan; memanah
A: untuk ekstra memanah sangat dimungkinkan.

Q:Antar jemput siswa, adakah ? berapa biayanya ?
A: masukan buat yayasan.

Pak Ngatijo dari Pedusan
Q:Kurikulum diberikan bahasa arab.
A: Sesuai dengan kurikulum JSIT, bahasa arab masuk dalam materi pembelajaran.

Bu Siti dari Sentolo
Q: Seragam 2 stel, pemakaian hari apa saja ?
A : putih merah tiap senin & selasa, Rabu Kami bebas, jum’at pakaian OR.

Q: Kurikulum bahasa Jawa
A: Dalam ide dari pengurus sekolah, ada ide karawitan.

Q: Daftar ulang
A: idem spt jawaban Bu Warsini

Bu Usriyah dari Taman Sedayu
Q: Anak bukan dari TKIT, apakah ada treatment ?
A: diusahakan ada treatment khusus. Ada data tentang kemampuan siswa per siswa,

Q:Apakah pakaian tidak diseragamkan semua saja dengan tujuan mengurangi kesenjangan ?
A: Konsep pendidikan yang baik adalah dengan penanaman kesadaran. Seragamisasi tidak selamanya tepat. Sehingga di SDIT Anak Sholeh ada beberapa hari dengan seragam, dan ada juga hari yang pakaiannya bebas, rapi , sopan sesuai kaidah agama Islam.

Pak Eko dari Ngebel, Kasihan
Usul: Pendidikan bahasa Jawa agar diberikan porsi.
Usul : Menciptakan suasana yang kondusif untuk anak belajar entrepreneur  pendidikan berkarakter.
A : Sepakat sekali. Salah satu kekhasan SDIT Anak Sholeh adalah dengan tetap mempertahankan dan mengembangkan muatan lokal, diantaranya : anak-anak dibiasakan menggunakan bahasa Jawa, dikenalkan dan diarahkan untuk tetap mencintai budaya Jawa yang adiluhung, diajarkan kesenian Jawa misalnya Karawitan, Macapatan, dan permainannya pun akan diusahakan melestarikan dolanan bocah yang saat ini semakin asing di “Rumah”nya sendiri.

Semoga acara semacam ini dapat dilakukan secara rutin, dengan harapan komunikasi antara orang tua dan pihak sekolah dapat terus terjalin dengan suasana keterbukaan, kekeluargaan, demi kemajuan pendidikan bagi anak didik di SDIT Anak Sholeh.

Tuesday, April 5, 2011

Peletakan Batu Pertama SDIT Anak Sholeh


Dengan memanjatkan Puji syukur Alhamdulillah, segenap pengurus yayasan dan panitia pendirian SDIT Anak Sholeh Sedayu telah mendapatkan satu kemudahan kembali dari Allah SWT. Pada tanggal 2 April 2011 telah dilakukan peletakan batu pertama penambahan bangunan masjid, 3 lokal kelas, 1 kantor dan 2 toko serta 2 kamar mandi. Penambahan bangunan tersebut diperoleh dari donatur Arab Saudi dengan difasilitasi dari KKI (Komite Kemanusiaan Indonesia).

Peletakan batu pertama tersebut dihadiri oleh masyarakat sekitar, Tokoh masyarakat (Bapak Ir. H. Darnawi, M.P. -Lurah Argorejo dan Bapak Kasiman -Dukuh Bandut Lor), dan juga unsur dari Muspika (Camat, Kapolsek dan Koramil) Sedayu. Tidak lupa dari Unit Pelaksana Teknis Daerah untuk Penyelenggara Pendidikan Dasar hadir juga.



Sambutan Oleh Lurah Argoreje, Bapak H.Ir.Darnawi, M.P.



Tausyiah dari Wakil Ketua DPRD Bantul, Bapak Arif Haryanto, S.Si.

Target aktu penyelesaian pembangunan ini adalah sekitar 4 bulan. Harapannya Ramadhan tahun ini, sudah dapat dimanfaatkan untuk kegiatan-kegiatan siswa. Alhamdulillah, segala puji hanya Milik Allah.

Wednesday, March 30, 2011

Mendiknas Raih Gelar Honoris Causa di Malaysia-Profil Kepala Sekolah SDIT Anak Sholeh Sedayu Bantul

Selasa, 29 Maret 2011 | 10:45:37 WITA | 227 HITS

GELAR KEHORMATAN. Mendiknas Mohammad Nuh mendapat gelar kehormatan honoris causa dari UTM
JOHOR BARU -- Tidak biasanya Malaysia memberi penghargaan kepada putra Indonesia. Namun baru-baru ini, Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Mohammad Nuh mendapatkan gelar kehormatan honoris causa dari Universiti Teknologi Malaysia (UTM).

Naib Cansellor UTM Zaini Ujang mengatakan, penghargaan ini diberikan atas peran mendiknas yang turut meningkatkan hubungan kerjasama dalam bidang pendidikan tinggi antara kedua negara.

Semasa mendiknas menjabat sebagai Rektor Institut Teknologi 10 Nopember Surabaya (ITS), M Nuh adalah tokoh akademisi yang pertama kali banyak membantu pemerintah Malaysia dalam pertukaran pelajar kedua negara.

Menteri Pendidikan Malaysia Halid Nurdin mengatakan, penghargaan ini tidak hanya untuk mempererat hubungan diplomatik antara
kedua negara, namun juga menumbuhkan semangat kerjasama dalam dunia pendidikan.

Kedua negara saat ini hidup dalam meningkatkan fungsi dari pengetahuan dan ilmu bukan dimasa era persaingan yang negativf. Oleh karena itu, ujarnya, meningkatkan hubungan akademik disamping adanya kesamaan budaya antar kedua negara sangat diperlukan untuk mewujudkan hubungan yang mapan.

Sementara Mendiknas Mohammad Nuh mengatakan, hubungan di dunia pendidikan antara kedua negara sangat membantu ketika terjadi hubungan politik yang memanas antara kedua negara.

"Saya langsung mengkontak beliau (Halid Nurdin) bahwa dunia pendidikan tidak boleh terganggu karena dunia pendidikan menjadi penyejuk kala ada dinamika yang memanas,"ungkapnya.

Sebagai saudara serumpun keduanya harus berkoordinasi apa yang akan dikontribusikan bagi dunia dalam bidang pendidikan ini. "Kita harus menjadikan kawasan Asean ini sebagai inspirasi sumber pembelajaran baru," lugasnya.

Di saat yang sama UTM juga mengadakan acara wisuda bagi 1.983 mahasiswanya. Sebanyak 311 wisadawan diantaranya berasal dari luar negeri. Salah satu lulusan S3 dibidang Elektro dari Indonesia yakni Anton Yudhana mengaku juga mendapatkan beasiswa penelitian dari pemerintah Malaysia. Selama tiga tahun, Anton membuat alat yang akan menyelamatkan penyu dari tangkapan jarring nelayan.

"Alat ini memakai sonar,dipasang di jarring nelayan sehingga yang masuk dalam jarring tersebut hanya ikan sementara penyu yang mendengar sonar tersebut akan menjauh," ungkapnya. (mba/fmc)

Sumber : http://infoindo.fajar.co.id/20110329104537-read-mendiknas-raih-gelar-honoris-causa-di-malaysia

Thursday, March 3, 2011

Progress Pembangunan SDITAnak Sholeh: 3 Maret 2011

Alhamdulillah, dua lokal SDIT untuk kelas 1 sudah terpasang atapnya. Sudah mulai nampak bentuk kelasnya.Satu kelas membujur utara selatan dan satu kelas lagi, barat timur. Diharapkan nanti murid-murid kelas 1 akan merasa nyaman dan gembira dalam belajar di kelas dengan konsep ke-alaman ini. Dari bentuk bangunan yang dikombinasikan antara bangunan batu dan bambu, akan membuat suasana kelas menjadi nyaman untuk belajar.

Kamar mandinyapun juga telah mulai berdiri. Targetnya kamar mandi akan dikeramik, untuk estetika dan kebersihan.

Sunday, February 20, 2011

TKIT Anak Sholeh: Outbound Museum Dirgantara dan Gembiraloka

Hari ini, 19 Februari 2011 keluarga besar KB-TKIT anak sholeh melakukan kegiatan outbound. Agendanya ke Museum Dirgantara Adisucipto dan Kebun Binatang Gembira Loka. Murid dan keluarga pendamping yang ikut telah disiapkan dengan tiga buah bis..., wah ternyata gak cukup,..., Alhamdulillah, banyak orang tua murid yang telah mengantisipasinya dengan membawa mobil pribadi.


Pemberangkatan peserta dari Halaman parkir utara KB-TKIT Anak Sholeh....

Sekitar pukul 10 pagi rombongan telah sampai di Museum Dirgantara. Kami memasuki museum dan melihat-lihat koleksi museum berupa pesawat-pesawat. Setelah kurang lebih 1 jam, kami dipandu oleh petugas museum keliling melihat-lihat koleksi, kami rehat di halaman museum. Rehat diisi oleh ibu-ibu dewan sekolah untuk mensosialisasikan lomba-lomba dalam rangka acara Family Day for Happy Family. Acara dipimpin oleh Ibu Usriyah dan Ibu Rintania.


Setelah rehat dan ramah tamah antara orang tua dan wali murid, sekitara pukul 12 rombongan bersiap untuk meneruskan perjalanan ke Kebun binatang Gembiraloka.
Acara di Kebun Binatang ...dibebaskan...untuk setiap keluarga. Diharapkan masing-masing keluarga untuk bisa lebih menghangatkan hubungan sesama anggota keluarga. Antara orang tua dan anak...yang mungkin karena kesibukan orang tua,.., jarang berjumpa dengan waktu yang luang dengan anak-anak.

Acara outbound hari itu selesai pukul 15 petang. Semoga acara outbound kali ini dapat mempererat tali silaturahim keluarga besar Anak Sholeh dan menambah pengetahuan anak-anak tentang sejarah dan teknologi pesawat terbang di indonesia....